Produktivitas yang bermutu

PRODUKTIITAS KERJA YANG BERMUTU YANG BERKAITAN DENGAN KESEHATAN INDIVIDU DAN PUBLIK

1. DEFINISI
Pada dasarnya konsep Produktivitas merupakan perpaduan antara Efektif dan Efisien, dimana efektif merupakan melakukan hal-hal yang benar (do right thing), sedangkan efisien adalah kita melakukan kegiatan tersebut dengan cara yang benar (do the thing right), Jadi kalau keduanya digabung maka kita akan menjadi orang yang produktif yaitu orang yang mampu menghasilan banyak hal untuk waktu yang diberikan / tersedia (Donald)
Sehat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Keadaan baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dari rasa sakit); waras.
Sedangkan menurut menurut UU 23 tahun 1992, (bab 1 ketentuan umum pasal 1 butir 1) kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Menurut WHO 1947,Sehat adalah a state of completely physical, mental, and social well being and not merly the absent of disease or infirmity (Suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan)

2. Hubungan Antara Kesehatan Dan Produktifitas Kerja
Tema sentral pembangunan nasional dalam GBHN adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia ke arah peningkatan kecerdasan dan produktivitas kerja. Salah satu upaya yang mempunyai dampak cukup penting terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah upaya peningkatan status gizi masyarakat. Status gizi masyarakat merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas hidup dan produktivitas kerja. Sejalan dengan itu perlu perhatian terhadap masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan kerja serta faktor-faktor yang erat hubungannya seperti keadaan gizi golongan pekerja serta cara-cara untuk memperbaiki status golongan ini semakin penting untuk diteliti.
Zat gizi adalah zat-zat yang diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi, mempunyai nilai yang sangat penting (tergantung dari macam-macam bahan makanannya) untuk memperoleh energi guna melakukan kegiatan fisik sehari-hari bagi para pekerja. Termasuk dalam memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan dan perkembangan yaitu penggantian sel-sel yang rusak dan sebagai zat pelindung dalam tubuh (dengan cara menjaga keseimbangan cairan tubuh). Proses tubuh dalam pertumbuhan dan perkembangan yang terpelihara dengan baik akan menunjukkan baiknya kesehatan yang dimiliki seseorang. Seseorang yang sehat tentunya memiliki daya pikir dan daya kegiatan fisik sehari-hari yang cukup tinggi (Marsetyo dan Kartasapoetra, 1991).
Tubuh manusia memerlukan sejumlah pangan dan gizi secara tetap, sesuai dengan standar kecukupan gizi, namun kebutuhan tersebut tidak selalu dapat terpenuhi. Penduduk yang miskin tidak mendapatkan pangan dan gizi dalam jumlah yang cukup. Mereka menderita lapar pangan dan gizi, mereka menderita gizi kurang. (Sri Handajani, 1996). Keadaan gizi seseorang merupakan gambaran apa yang dikonsumsinya dalam jangka waktu yang cukup lama. Bila kekurangan itu ringan, tidak akan dijumpai penyakit defisiensi yang nyata, tetapi akan timbul konsekwensi fungsional yang lebih ringan dan kadang-kadang tidak disadari kalau hal tersebut karena factor gizi (Ari Agung, 2002).
Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya tubuh melakukan pemeliharaan dengan mengganti jaringan yang sudah aus, melakukan kegiatan, dan pertumbuhan sebelum usia dewasa. Agar tubuh dapat menjalankan ketiga fungsi tersebut diperlukan sejumlah gizi setiap hari, yang didapat melalui makanan. Diperkirakan 50 macam senyawa dan unsur yang harus diperoleh dari makanan dengan jumlah tertentu setiap harinya. Bila jumlah yang diperlukan tidak terpenuhi maka kesehatan yang optimal tidak dapat dicapai (Ari Agung, 2002).
C. Metode peningkatan status kesehatan pegawai
Pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk mengetahui status kesehatan individu saat ini dan sebagai usaha untuk memelihara kesehatan secara berkala. Pemeriksaan kesehatan sebagai screening adalah suatu bentuk tindakan pencegahan dan sering digunakan untuk mendeteksi adanya suatu penyakit secara dini.
Melalui pemeriksaan kesehatan yang tepat dan teliti dapat membantu dalam mendeteksi suatu penyakit yang tidak diketahui sebelumnya karena tidak menimbulkan keluhan pada individu yang bersangkutan. Penyakit dan gangguan kesehatan yang dapat dideteksi lebih dini tentu dapat mempermudah kontrol dan tindakan pengobatan sehingga mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius dan yang tidak kalah penting adalah tidak mengurangi kualitas hidup individu tersebut.
Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas kerja serta mencegah terjadinya penyakit pada pekerja akibat dari kondisi kerjanya. Kapasitas dan produktivitas pegawai juga ditentukan oleh keadaan kesehatannya. Dimana hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk kebiasaan hidup sehari-hari dan kondisi lingkungan pekerjaan, yang pada akhirnya akan ikut menentukan kinerja masing-masing pegawai. Bersandar pada pengertian inilah maka penting untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada seluruh pegawai.
Tujuan dari pemeriksaan kesehatan kepada pegawai adalah untuk memberi jaminan pegawai tersebut cocok untuk dipekerjakan dan tetap dalam keadaan bugar sepanjang masa kerja. Selain itu juga sebagai deteksi dini (screening) dan penanganan penyakit akibat kerja/penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan.
Pelaksanaan dari pemeriksaan kesehatan pegawai juga memiliki landasan hukum yang mengatur, yaitu sesuai dengan UU Kesehatan no.23 / 1992, pasal 23, ayat 2 : Kesehatan Kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat kesehatan kerja.
D. Kesimpulan
Produktifitas merupakan paduan antara kerja yang efektif dan efisien, sedangkan orang yang produktif adalah orang yang sanggup menghasilkan banyak produksi dengan waktu yang terbatas.
Kesehatan individu merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan produktifitas seseorang, karena dengan tubuh yang sehat, gizi yang cukup, sesorang dapat bekerja optimal yang dampaknya pada peningkatan produktifitas.
Pemeriksaan kesehatan secara dini terhadap karyawan/pegawai pada suatu daerah merupakan salah satu metode dalam menjaga kesehatan pekerja karena dengan melakukan screening secara dini dapat diketahui kondisi kesehatan pegawai sehingga dapat dicegah dari kemungkinan terkena penyakit.

DAFTAR PUSTAKA

Ade Gunawan, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Pegawai Biro Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, http://digilib.usu.ac.id/download/fe/tesis-ade%20gunawan.pdf

Donald, Produktif = Efektif + Efisien, http://www.gayahidupdigital.com/2006/08/31 /produktif-efektif-efisien/

I Gusti Ayu Ari Agung, Pengaruh Perbaikan Gizi Kesehatan Terhadap produktivitas kerja, http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/2_%20naskah%20iga%20ary%20agung.pdf

Mutu Bulan Mokoginta, SE, MSi., Menuju Aparat Pemerintahan yang Efisien Dan Efektif, http://mdopost.com/news/index.php?option=com_content&task=view&id=4103&Itemid.

Ruri Diah Pamela , dr., Medical Check Up sebagai Screening Status Kesehatan Karyawan, http://ruripamela.multiply.com/journal/item/26/Medical_Check_Up_sebagai_Screening_Status_Kesehatan_Karyawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s